Sabtu, 15 Juni 2013

Belajar dari kegagalan


 
 
Hari ini aku tidak seperti biasanya, selepas shubuh gak tidur lagi dan udah sarapan walaupun belum mandi. Jam menunjukkan pukul  7:50. Walaupun aku duduk di depan komputer kesayanganku namun pikiranku tidaklah ada di depan komputerku, pikiranku melayang mundur kebelakang pada hari sabtu kemaren. Yup hari sabtu tanggal 15 juni 2013 adalah hari dimana pengumuman hasil seleksi siapa yang diterima di rumah Tahfid. Sejak pagi aku menunggu sms masuk di hp ku, masuk waktu dhuhur belum juga ada kabar beritanya. Sebenernya dari awal aku sudah ragu untuk ikut gabung dirumah tahfid, tapi karena tujuan baik, aku tepis semua keraguan yang muncul, toh ini kan sesuatu yang baik kenapa aku mundur, itu kata hatiku.

selama dua hari kami mengikuti kegiatan yang diselenggarakan panitia, aku berusaha melakukan semuanya dengan baik dan benar . kami disuruh untuk menghafal surat Al-waqiah dan membaca Al-qur’an sebanyak 5 juz. Selepas ashar hp ku berbunyi tanda ada pesan masuk, aku baca pesan tersebut “ anda diterima sebagai santri non mukim “, sedikit ada rasa kecewa dalam hatiku, intinya aku tidak diterima. Tapi tak berapa lama aku tersenyum manis semanis buah manggis, hehee
inilah yang terbaik untukku dari Allah.
bahkan sehelai daun takkan jatuh kebumi tanpa seijin Allah. 
setidaknya aku belajar beberapa hal dari kejadian ini
yang pertama, karena kegagalan aku terpaksa mengevaluasi diriku apa yang kurang dariku kok sampai tidak diterima. Ketika menemukanya tentu aku akan merubahnya menjadi lebih baik lagi.
yang kedua, karena kegagalan aku terhindar dari kesombonganku.
yang ketiga, belajar selalu berbaik sangka dengan semua keputusan Allah. 
Semoga bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...