Kamis, 24 Juni 2010

Sistem Telekomunikasi

1. Pengertian dan sejarah telekomunikasi

Di lihat dari struktur katanya Telekomunikasi terdiri dari 2 buah suku kata yakni
Tele dan komunikasi.
Tele = jauh
Komunikasi = penyampaian informasi atau hubungan antara 2 orang atau lebih
Jadi bila diartikan secara keseluruhan maka Sistem Telekomunikasi berarti sebuah sistem (terdiri dari input, proses dan output) yang diaplikasikan untuk melayani percakapan jarak jauh. Tujuan dari sistem telekomunikasi adalah menyampaikan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lainya.


Dalam sejarah tercatat, bentuk komunikasi manusia yang paling sederhana padajaman purba adalah dengan menggunakan asap yang menandakan ada suatu kejadian tertentu di daerah tersebut. Bentuk komunikasi yang sederhana ini kemudian berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusisa saat itu. Dilanjutkan dengan komunikasi jarak jauh menggunakan bunyi-bunyian tertentu yang menandakan suatu kabar / keadaan tertentu dari manusia pengirimnya sampai dengan ditemukanya teknologi transmisi menggunakan kabel sebagai media transmisinya. Teknologi ini berkembang sampai dengan mengganti media transmisi menjadi gelombang radio, kabel serat optis, ataupun
menempatkan suatu repeater di ruang angkasa ( satelit).


2. Dasar-dasar Telekomunikasi

− Tranduscer
Merupakan suatu bagian yang mentransformasikan suatu bentuk energi ke
bentuk energi yang lain, contohnya dari sound (akustis) menjadi elektris.

− Tx (Transmitter)
Merupakan bagian pengirim sinyal informasi. Pada bagian ini output dari input
tranduscer akan dikondisikan sebelum ditransmisikan menuju Rx

− Rx ( Receiver )
Merupakan bagian penerima sinyal informasi. Pada bagian ini sinyal informasi
yang ditransmisikan oleh Tx akan diterima dan dikondisikan oleh Rx sebelum
diubah kembali ke bentuk semula (Sink) oleh Output Tranduscer

− Kanal Transmisi
Merupakan bagian yang menghubungkan antara Tx dan Rx.







3. Jenis komunikasi

a. Point to Point Communication
Merupakan proses komunikasi antara 2 obyek yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya 2 orang yang melakukan pembicaraan telepon.
b. Point to Multipoint
Merupakan proses komunikasi antara 1 pengirim yang mengirimkan informasi yang diterima oleh orang banyak. Antara Tx dengan Rxn dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Contoh dari komunikasi ini adalah pada hubungan teleconference.

c. Broadcasting
Pada broadcasting sistem, ada sebuah pusat pengiriman informasi yang dapat mengirim informasi ke semua penerima, seperti contohnya adalah pemancar radio dan televisi. Pada sistem broadcast, penerima bersifat pasif atau tidak bisa berinteraksi dengan pusat pengiriman informasinya.

d. Simplex Communication
Pada hubungan jenis ini, akan ada 1 pemancar dan 1 penerima di mana keduanya tidak dapat melakukan fungsi lainya. Contoh dari hubungan ini adalah seperti padakomunikasi siaran radio atau televisi

e. Half Duplex Communication
Merupakan suatu jenis komunikasi yang memungkinkan pada satu waktu yang bersamaan, kanal transmisi hanya dapat dipakai oleh satu pengguna, jadi antara 2 orang yang hendak berkomunikasi harus bergantian menggunakan kanal transmisinya. Contohnya adalah komunikasi menggunakan pesawat HT (Handy Talkie)

f. Full Duplex Communication
Merupakan jenis komunikasi yang memungkinkan pemanggil dan yang dipanggil dapat berkomunikasi dengan bebas menggunakan satu kanal transmisi pada saat yang bersamaan. Contohnya adalah komunikasi menggunakan pesawat telepon.


4. Transmitter Telekomunikasi

Modulasi Gelombang
Modulasi adalah pengaturan parameter dari sinyal pembawa (carrier) yang berfrekuensi tinggi sesuai sinyal informasi (pemodulasi ) yang frekuensinya lebih rendah , sehingga informasi tersebut dapat disampaikan. Modulasi di perlukan karena :
•Meminimalisasi interferensi sinyal pada pengiriman informasi yang menggunakan frekuensi sama atau berdekatan
•Dimensi antenna menjadi lebih mudah diwujudkan
•Sinyal termodulasi dapat dimultiplexing (proses menggabungkan beberapa sinyal untuk ditransmisikan serentak pada satu kanal ) dan ditransmisikan via sebuah saluran transmisi.
Proses Modulasi
Informasi yang berada di wilayah A akan ditransmisikan ke wilayah B. Informasi tersebut pertama-tama diubah menjadi bentuk sinyal informasi dan ditransmisikan melalui sinyal pembawa / carrier. Proses inilah yang disebut proses modulasi dengan menggunakan alat modulator (peralatan untuk melaksanakan proses modulasi). Setelah tiba di wilayah B, sinyal informasi tersebut harus diubah lagi ke dalam bentuk informasi awal, dengan melakukan proses demodulasi dengan menggunakan alat demodulator (peralatan untuk memperoleh informasi informasi awal (kebalikan dari dari proses modulasi). Perlu diingat bahwa informasi ditransmisikan dari frekuensi rendah ke frekuensi tinggi. Semakin tinggi frekuensinya maka semakin jauh jangkauan antarnya (bandwidth). Dan juga perlu diingat dalam proses men-transmisikan informasi, perangkat tidak hanya digunakan modem, tetapi juga input-output transducer (mentransformasikan suatu bentuk energi menjadi ke bentuk energi yang lain), encoder -decoder, serta transmitter-receiver.

Jenis-jenis modulasi
Secara garis besar modulasi terbagi menjadi modulasi analog dan modulasi digital. Perbedaan mendasar antara modulasi analog dan digital terletak pada bentuk sinyal informasinya. Pada modulasi analog, sinyal informasinya berbentuk analog dan sinyal cariernya analog. Sedangkan pada modulasi digital, sinyal informasinya berbentuk digital dan sinyal cariernya analog.

a. Modulasi Analog
Modulasi analog sendiri dibagi menjadi .
•Modulasi Analog Linier
Yang termasuk dalam modulasi analog linier adalah Amplitude Modulation (AM). Amplitude Modulation adalah salah satu bentuk modulasi dimana sinyal informasi digabungkan dengan sinyal pembawa (carrier) berdasarkan perubahan amplitudonya. Disebut linier karena frekuensi sinyal pembawa tetap / konstan. Besarnya amplitudo sinyal informasi mempengaruhi besarnya amplitudo dari carrier, tanpa mempengaruhi besarnya frekuensi sinyal pembawa. Parameter sinyal yang mengalami perubahan adalah amplitudonya, Amplitudo sinyal pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi. Rentang frekuensi AM adalah 500 Hz - 1600 KHz dan panjang gelombang atau amplitudo AM adalah 1600 KHz – 30000 KHz. Jika direntangkan dengan satuan meter, jangkauan sinyal AM bisa mencapai puluhan ribu kilometer. AM adalah metode pertama kali yang digunakan untuk menyiarkan radio komersil. Kelemahan dari sistem AM adalah mudah terganggu oleh gangguan atmosfer dan kualitas suara terbatasi oleh bandwidth yang sempit.

•Modulasi Analog Non-linier
Modulasi Analog Non-linier biasa juga disebut modulasi sudut. Disebut non-linier karena frekuensi sinyal pembawa bisa berubah-ubah. Pada modulasi ini, besarnya amplitudo sinyal informasi mempengaruhi besarnya frekuensi dari carrier tanpa mempengaruhi besarnya amplitudo sinyal pembawa. Yang termasuk dalam modulasi ini adalah Frequency Modulation (FM) dan Phase Modulation (PM). Parameter sinyal yang mengalami perubahan adalah frekuensi dan fasenya, frekuensi sinyal pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi (untuk FM) dan fase sinyal carrier berubah-ubah sesuai dengan perubahan amplitudo sinyal informasi (untuk PM).
1. Frequency Modulation (FM)
Frequency Modulation merupakan suatu bentuk modulasi dimana frekuensi sinyal pembawa divariasikan secara proposional berdasarkan amplitudo sinyal informasi. Amplitudo sinyal pembawa tetap konstan. Contoh dari FM adalah frekuensi radio yang sekarang lebih sering digunakan radio pada umumnya.
Rentang frekuensi FM adalah 88 MHz – 108 MHz sehingga dikategorikan sebagai Very High Fequency (VHF). Sedangkan panjang gelombangnya adalah dibawah 1000 KHz sehingga jangkauan sinyalnya tidak jauh. Modulasi frekuensi memiliki bandwidth yang lebih lebar daripada modulasi amplitudo sehingga bisa menghasilkan suara stereo dengan menyatukan beberapa saluran audio pada satu gelombang cerrier. FM lebih tahan terhadap gangguan sehingga dipilih untuk sebagai modulasi standar untuk frekuensi tinggi. Keuntungan FM antara lain potensi gangguan jauh lebih kecil (kualitas lebih baik) dan daya yang dibutuhkan lebih keci


2. Phase Modulation
Phase Modulation merupakan bentuk modulasi yang merepresentasikan informasi sebagai variasi fase dari sinyal pembawa.Hampir mirip dengan FM, frekuensi pembawa juga bervariasi karena variasi fase dan tidak merubah amplitudo pembawa. PM jarang digunakan karena memerlukan perangkat keras penerima yang lebih kompleks. Keuntungan PM adalah potensi gangguan dan daya yang dibutuhkan lebih kecil.

gambar modulasi PM
b. Modulasi digital
Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier. Modulasi digital sebenarnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated carrier) memiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1). Berarti dengan mengamati sinyal carriernya, kita bisa mengetahui urutan bitnya disertai clock (timing, sinkronisasi). Melalui proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio). Pada dasarnya dikenal 3 sistem modulasi digital yaitu: ASK, FSK, dan PSK.
1. Amplitude Shift-Keying
Amplitude Shift Keying (ASK) atau pengiriman sinyal digital berdasarkan pergeseran amplitudo merupakan modulasi dengan mengubah-ubah amplitudo. Dalam proses modulasi ini kemunculan frekuensi gelombang pembawa tergantung pada ada atau tidak adanya sinyal informasi digital.
Keuntungan yang diperoleh dari metode ini adalah bit per baud (kecepatan digital) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya, yakni setiap sinyal yang diteruskan melalui saluran transmisi jarak jauh selalu dipengaruhi oleh redaman dan distorsi lainnya. Oleh sebab itu metode ASK hanya menguntungkan bila dipakai untuk hubungan jarak dekat saja. Dalam hal ini faktor noice atau gangguan juga harus diperhitungkan dengan teliti, seperti juga pada sistem modulasi AM.


2. Frequency Shift Keying
Frequency Shift Keying (FSK) atau pengiriman sinyal digital melalui penggeseran frekuensi. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi yang memungkinkan gelombang modulasi menggeser frekuensi output gelombang pembawa. Pergeseran ini terjadi antara harga-harga yang telah ditentukan semula dengan gelombang output yang tidak mempunyai faset erputus-putus. dalam proses modulasi ini besarnya frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan ada atau tidak adanya sinyal informasi digital.
FSK merupakan metode modulasi yang paling populer. Dalam proses ini gelombang pembawa digeser ke atas dan ke bawah untuk memperoleh bit 1 dan bit 0. Kondisi ini masing-masing disebut space dan mark. Keduanya merupakan standar transmisi data yang sesuai dengan rekomendasi CCITT.FSK juga tidak tergantung pada teknik on-off pemancar, seperti yang telah ditentukan sejak semula. Kehadiran gelombang pembawa dideteksi untuk menunjukkan bahwa pemancar telah siap. Dalam hal penggunaan pemancar (multi transmitter), masing-masingnya dapat dikenal dengan frekuensinya. Prinsip pendeteksian gelombang pembawa umumnya dipakai untuk mendeteksi kegagalan sistem bekerja.
Bentuk dari modulated Carrier FSK mirip dengan hasil modulasi FM. Secara konsep, modulasi FSK adalah modulasi FM, hanya disini tidak ada bermacam-macam variasi/deviasi ataupun frekuensi, yang ada hanya 2 kemungkinan saja, yaitu More atau Less (High atau Low, Mark atau Space). Tentunya untuk deteksi (pengambilan kembali dari kandungan Carrier atau proses demodulasinya) akan lebih mudah, kemungkinan kesalahan(error rate) sangat minim/kecil.Umumnya tipe modulasi FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate (kecepatan transmisi) yang relatif rendah, seperti untuk Telex dan Modem-Data dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).
3. Phase Shift Keying
Phase Shift Keying (PSK) atau pengiriman sinyal digital melalui pergeseran fase. Metode ini merupakan suatu bentuk modulasi fase yang memungkinkan fungsi pemodulasi fase gelombang termodulasi di antara nilai-nilai diskrit yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam proses modulasi ini fase dari frekuensi gelombang pembawa berubah-ubah sesuai dengan perubahan status sinyal informasi digital. Sudut fase harus mempunyai acuan kepada pemancar dan penerima. Akibatnya, sangat diperlukan stabilitas frekuensi pada pesawat penerima.Guna memudahkan untuk memperoleh stabilitas pada penerima, kadang-kadang dipakai suatu teknik yang koheren dengan PSK yang berbeda-beda. Hubungan antara dua sudut fase yang dikirim digunakan untuk memelihara stabilitas. Dalam keadaan seperti ini , fase yang ada dapat dideteksi bila fase sebelumnya telah diketahui. Hasil dari perbandingan ini dipakai sebagai patokan (referensi).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...